Menyiapkan Pernikahan di Era New Normal

Rencanakan pemilihan venue hingga penyajian prasmanan.

On this article:

Seiring waktu berjalan, situasi dan kondisi rasanya sudah semakin membaik ya? Pemerintah juga telah mengeluarkan peraturan yang menuntut masyarakat untuk menerapkan kebiasaan baru dalam menggelar acara pernikahan yang disebut sebagai Pernikahan New Normal. Pada intinya era Pernikahan New Normal ini mengharuskan kita untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam mengurangi tingkat penyebaran Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

Kita semua harus sadar dan bisa menerima bahwa kebiasaan New Normal ini bisa saja akan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Kemudian, bagaimana dampaknya terhadap rencana acara pernikahan yang sudah tidak sabar untuk kamu selenggarakan? Tentu akan ada banyak penyesuaian dengan cara kita menggelar acara pernikahan khususnya pada bagian resepsi yang melibatkan banyak sekali tamu undangan. Untuk itu tim Wedwebs telah merangkum beberapa tips yang wajib kamu perhatikan sebelum menggelar acara pernikahan di era New Normal:

10% OFF

Dapatkan potongan harga 10% untuk kamu yang mau bikin undangan digital.
Promo s/d: 31 November 2020

Memilih Venue Pernikahan New Normal?

Semenjak wabah Covid-19 menerjang, sensitivitas orang terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitarnya meningkat sangat tajam. Dampaknya venue pernikahan seperti ballroom tertutup dengan pengatur suhu ruangan belum tentu membuat orang nyaman jika terlalu banyak tamu undangan yang hadir, apalagi jika sirkulasi udara di dalamnya juga kurang bagus. Pernahkan kamu mengalami ada di ruangan ballroom ber-ac tapi tetap terasa gerah? Nah itu tandanya ruangan sudah over-capacity. Kalau sudah begini susah untuk melakukan physical distancing. Terus bagaimana baiknya?

Jika kamu belum memesan venue pernikahan, atau kamu mendapatkan refund penuh dari pembatalan venue yang sudah kamu pesan sebelumnya maka sesuatu akan jadi lebih mudah. Kamu bisa mulai memikirkan untuk menggelar acara pernikahan di ruangan terbuka seperti halaman rumah yang cukup luas, restoran atau kafe yang memiliki tema outdoor, resort atau villa di pegunungan, atau juga fasilitas umum lain seperti masjid, gereja, museum, dan gedung pemerintah yang memiliki taman yang cukup luas untuk menggelar acara pernikahan.

Ruang terbuka membuat sirkulasi udara menjadi lebih bagus. Tamu undangan pun bisa menerapkan physical distancing karena bisa melihat kerumunan tamu undagan sebelum memasuki area. Jika dirasa masih padat maka tamu undangan dapat menyesuaikan diri secara mandiri untuk mengantri. Memang sih, jika terjadi hujan semua hal menjadi sedikit menakutkan. Tapi, jangan khawatir, pilihlah bulan-bulan cerah antara Juni – September yang kemungkinan hujan-nya relatif kecil. Kemudian kamu bisa memesan beberapa tenda untuk melindungi bagian tetentu dari hujan seperti pelaminan, tempat hidangan makanan, dan tempat duduk untuk para tamu.

Jika kamu sudah terlanjur memesan ruangan tertutup dan itu tidak bisa dibatalkan, penting bagi kamu dan pasangan untuk memperhatikan kapasitas ruangan tersebut. Pastikan para tamu undangan memiliki ruang yang cukup untuk jaga jarak satu sama lain. Hal ini memang terdengar konyol, bagaimana bisa di pesta yang hangat kita berjauh-jauhan. Tapi percayalah ruang yang lebih lega akan membuat tamu undangan lebih nyaman di kondisi sekarang ini.

Kemudian bagaimana cara mengukur kanyamanan tamu undangan? Caranya adalah kamu harus menanyakan kapasitas ruangan yang kamu pesan, kemudian terapkan metode 50% dari total kapasitas ruangan. Contoh apabila kapasitas maksimal suatu ruangan adalah 300 orang, maka kamu wajib mengontrol undangan yang hadir secara bersamaan dalam satu sesi acara adalah 150 orang. Nah lo, bagaimana caranya mengontrol tamu undangan agar tidak datang bersamaan? Simak penjelasanya di bagian berikutnya ya.

Siapa Saja yang Harus Diundang?

Photo from The Journey of Galuh Eza

Untuk menerapkan prinsip physical distancing, kamu harus benar-benar memilih siapa saja yang akan kamu undang. Ini memang terdengar tidak mengenakan, karena ingin rasanya mengundang semua orang yang kita kenal untuk datang ke acara pernikahan kita. Namun semakin banyak orang yang datang ke acara pernikahanmu maka semakin besar juga potensi penularan virus kalau-kalau ada dari salah satu peserta acara yang mengidap virus tersebut.

Membatasi jumlah tamu dalam satu sesi acara akan mempermudah usahamu menyediakan ruang untuk physical distancing. Selain itu, dengan membatasi undangan hanya kepada orang terdekat saja akan membuat acara pernikahanmu lebih hangat dan kamu akan merasa lebih aman berada di sekeliling mereka.

Jumlah tamu undangan yang direkomendasikan beragam, tergantung pada luasnya jaringan pertemanan yang kamu miliki. Untuk beberapa kasus normal ada yang sampai 3000 undangan, duh banyak ya? Ini biasanya ditambah juga dengan teman dari orang tua maupun teman dari keluarga besar yang lain.

Agar jumlahnya tidak terlalu banyak, kamu mungkin bisa mendahulukan keluarga besar ke dalam daftar undangan. Kemudian beberapa teman sekolah/kuliah yang sangat dekat dengan kamu (tidak perlu mengundang 1 angkatan ya hehe). Lalu teman kerja cukup yang memang setiap hari kamu ajak makan siang dan rumpi-rumpi saja.

Bagaimana dengan yang lain? Bisa lah tukar-menukar amplop dan suvenirnya di kantor saja ya. Lalu apakah sopan menerima amplop dari orang yang tidak datang ke acara pernikahan kita? Hmmm….., di kondisi seperti sekarang kamu harus bisa cepat beradaptasi. Mereka tidak melulu harus hadir ke acara pernikahan kita untuk ikut menikmati jalannya acara. Simak solusinya di bagian undangan digital berikut ini:

Undangan Digital dan Virtual Event Pernikahan New Normal

Kartu undangan cetak di era Pandemi Covid-19 memang terkesan tidak aman, karena berpotensi sebagai agen pembawa virus. Oleh karena itu, mulai lah berfikir untuk beralih ke undangan dalam bentuk digital. Ada banyak sekali vendor yang bisa membantumu menyiapkan undangan digital contohnya Wedwebs.

Wedwebs bisa membantumu menyiapkan undangan atau wedding announcement dalam bentuk website. Website ini bisa dibuat sesuai dengan tema pernikahan kamu, dan bisa disebar kepada siapapun hanya dari aplikasi Whatsapp atau social media lainnya. Keuntungannya antara lain; kamu bisa menampilkan detail rangkaian acara, profil mempelai, lokasi acara, foto maupun video dan bahkan ketentuan khusus seperti anjuran memakai masker saat datang ke acara pernikahanmu.

Keleluasaan website memungkinkan kamu juga untuk menambahkan link virtual event di Live Instagram maupun Zoom sehingga teman-teman yang belum bisa hadir dapat turut menyaksikan acara pernikahanmu dan memberikan selamat. Bahkan beberapa pengguna undangan website juga mendapatkan transfer angpao virtual dan kado melalui fitur penerimaan hadiah dari Wedwebs. Gimana? Bisa jadi solusi kan untuk permasalahan di atas tadi.

Bagaimana dengan biaya undangan digital vs undangan cetak? Hmmm, kamu tidak perlu pusing soal biaya. Jika kamu sudah menyiapkan budget untuk 300 undangan cetak yang tentu tidak murah, maka hanya dengan setengah dari total budget tersebut kamu sudah bisa mendapatkan undangan digital. Bahkan sering ada promo potongan harga yang bisa kamu tanyakan di sini.

Let Your Friends Live Stream Your Wedding

Share your special moment of happiness with your relative in the toughest time with virtual wedding button that connects to a live event streaming platform.

Cuci Tangan, Pengecekan Suhu, Masker, dan Hand Sanitizer

Sebelum hari pernikahanmu tiba, pastikan kamu tidak melewatkan penyiapan tempat cuci tangan untuk tamu undangan, alat ukur suhu tubuh, kemudian masker untuk keluarga dan panitia acara, begitu juga dengan hand sanitizer yang wajib dipasang di beberapa titik venue pernikahan.

Pastikan kamu sudah membicarakan hal ini dengan panitia acaramu sehingga mereka bisa membuatkan rencana alur masuk tamu yang memungkinkan  panitia untuk memastikan tamu undangan memakai masker, melakukan pengukuran suhu tubuh terhadap tamu  dan mengarahkan mereka untuk cuci tangan sebelum masuk ke area acara pernikahan.

Jangan lupa untuk mencari tau fasilitas kesehatan terdekat kalua-kalau ada tamu yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas 37.5 derajat celcius. Segeralah rujuk tamu tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hand sanitizer sebaikanya di letakan di lokasi di mana para tamu akan melakukan interaksi dengan makanan maupun dengan mempelai. Contohnya di dekat meja makan / tempat hidangan, kemudian pada jalur menuju dan keluar dari pelaminan. Simpan juga di dekat tempat duduk mempelai jikalau kamu dan pasangan tidak sengaja bersentuhan dengan tamu undangan karena terlalu antusias. Segeralah bersihkan tanganmu dengan hand sanitizer. Sebaiknya interaksi salaman dan cipika-cipiki diganti dulu ya dengan salam lain seperti namaste atau saling membungkukan badan.

Hah, Tidak Ada Prasmanan di Pernikahan New Normal?

Photo from Annisa Faris Story

Memang mengasyikan sekali mengantri untuk menikmati sajian prasmanan yang disiapkan dalam suatu acara pernikahan. Apalagi jika di penghujung hidangan disediakan es krim dengan berbagai plihan rasa dan topping. Hmmm…, sungguh menggoda. Tenang, suguhan seperti itu tetap bisa kamu sajikan kepada para tamu undangan di era pernikahan New Normal. Hanya saja, cara penyajian prasmanan mungkin sudah tidak cocok lagi, karena penggunaan alat untuk mengambil makanan secara bergantian juga berpotensi menularkan virus.

Sebagai gantinya, kamu harus menyesuaikan penyajian makanan agar sudah diset dalam 1 porsi utuh dan di letakan pada jarak yang aman. Misalnya saja sajian sate ayam yang tadinya 300 tusuk ditumpuk menjadi satu nampan besar, kini sudah disajikan sedemikian rupa dengan satu porsi berisikan 2 tusuk sate dan diberi jarak antara satu piring dengan piring lainnya. Untuk teknik yang lebih tradisional, kamu juga bisa mengarahkan tamu untuk duduk di tempat masing-masing dan membiarkan petugas untuk mengantarkan makanan ke meja mereka. Namun cara ini akan membutuhkan lebih banyak tempat dan petugas tentunya.

Banyak Sesi Acara dalam Satu Hari

Yang satu ini mungkin terdengar sulit, bagaimana bisa kita membagi acara pernikahan mejadi beberapa sesi. Jawabanya adalah tentu yang dibagi bukan bagian akad nikah atau pemberkatannya, tapi acara penjamuan tamu atau resepsinya lah yang dibagi. Memang konsekuensinya adalah kamu akan membutuhkan durasi acara yang lebih panjang. Tapi jika itu dilakukan demi keamanan dan kenyamanan semua orang bukankah itu hal yang patut dipertimbangkan.

Untuk teknis pembagiannya, kamu bisa mengelompokan tamu menjadi beberapa bagian kemudian menyampaikan kepada para undangan ini untuk datang pada sesinya masing-masing. Contoh untuk tamu keluarga besar dari kedua mempelai diundang untuk mengikuti sesi resepsi pukul 13.00-14.00. Kemudian untuk teman-teman dari pihak mempelai pria mengikuti sesi resepsi pukul 14.00-15.00. Begitu seterusnya. Lalu bagaimana cara memberitahu mereka tentang pembagian sesi acara ini? Nah kamu bisa memanfaatkan fitur yang ada di undangan digital kamu untuk membuat undangan dalam beberapa versi, versi 1 untuk keluarga,versi 2 untuk teman, versi 3 untuk mantan, eh… yang ini ngga perlu ya? Hehe.

Nah itu dia tips-tips dari Wedwebs untuk kalian yang akan melangsungkan acara pernikahan di era New Normal ini. Jangan lupa kumpulkan juga informasi dari sumber lain ya dan selalu berkomunikasi dengan keluarga maupun pihak berwenang setempat agar acara pernikahanmu berjalan lancar tanpa hambatan. Untuk konsultasi gratis terkait undangan digital silahkan ketuk di sini.

10% OFF

Dapatkan potongan harga 10% untuk kamu yang mau bikin undangan digital.
Promo s/d: 31 November 2020

Share:

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest

Follow Wedwebs:

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates, and sale.